Analisa Terhadap Potensi Bahaya Tubrukan Di Laut


Dalam bernavigasi, pada saat jaga laut terutama pada malam hari pengamatan yang baik dari perwira jaga yang bertugas harus terus dilakukan. Hal ini untuk menghindarkan kapal dari bahaya-bahaya navigasi terutama tubrukan dengan kapal lain. Dalam kesempatan ini penulis memaparkan mengenai analisa terhadap situasi dalam upaya mencegah terjadinya bahaya tubrukan dilaut yang mana tealah dijabarkan pada Colreg (collision of regulation) atau P2TL.
Tanda-tanda dimana kapal berada dalam posisi yang memungkinkan akan terjadi tubrukan diantaranya:

1. Apabila kapal dilengkapi dengan peralatan ARPA, maka pada layar ARPA akan menampilkan data dari kapal yang berpotensi akan bertubrukan dengan kapal kita. Perhatikan besarnya nilai dari CPA (closest point of approaching). Butalah nilai CPA sebesar mungkin untuk menghindari tubrukan dengan cara merubah haluan, dsb.

2. Perhatikan perubahan baringan dari kapal yang berpotensi bertubrukan dari kapal kita. Apabila tidak ada perubahan baringan atau perubahan dari baringan tersebut terlalu kecil maka kemungkinan terjadi tubrukan semakin besar. Cara melakukan pengamatan baringan tersebut bisa menggunakan Radar ataupun dengan menggunakan kompas, baik itu gryo maupun magnetic.

3. Utamakan komunikasi dengan kapal yang kita anggap dalam situasi yang riskan dan dapat terjadi tubrukan. Selalu pantau pergerakan dan perubahan dari posisi kapal.

4. Apabila timbul keragu-raguan maka potensi untuk terjadinya tubrukan bisa terjadi. Laporkan kepada Nakhoda atau perwira lain maupun crew kapal yang cakap dalam mengatasi masalah tersebut.

Demikian beberapa hal yang bisa penulis sampaikan, semoga bermanfaat untuk para pembaca.

No comments